"Amat penting tolong dibaca, dipikirkan, dipertimbangkan dan dimusyawarahkan dengan keluarga sebelum antum berangkat ke Yaman"
Universitas ini berdiri sejak tahun 1414 H/1993 M di kota Sana'a, yang mana adalah pusat aktivitas Negara Yaman alias Ibukota Negara tersebut. Saat ini telah berumur 16 tahun. Didirikan oleh Syeikh Abdul Majiid bin Aziz Az-Zandany seorang Ulama yang juga ahli dan pakar dalam bidang Science, beserta para ulama-ulama terkemuka di Yaman dan Dunia Arab. Diusianya yang masih relatif muda, Universitas Al-Iman termasuk salah satu Universitas yang menjadi anggota Ittihad Jami'at Al-'Arobiyyah (Persatuan Universitas-Universitas Arab) sehingga menjadi pilihan mahasiswa maupun mahasiswi dari seluruh dunia. Tercatat ada lebih dari 50 Negara didunia yang mahasiswanya kuliyah di Universitas ini. Diataranya adalah : Tujikistan, China, Turkistan, Rusia, Kamerun, Inggris, Amerika, Australia, Palestina, Iraq, Libya, Arab Saudi, Sri Lanka, Malaysia, Indonesia dan sebagian Negara-negara di Afrika.
Tujuan dari pada Universitas ini adalah melahirkan Ulama-ulama yang 'Alim bi Dinihi (Alim pada Agamanya), 'Arif bi ‘Ashrihi (Arif pada Zamannya), Al-Mujtahid bi Takhosushihi (Mujtahid pada Bidangnya) , 'Amil bi 'Ilmihi (Mengamalkan Ilmunya) Waro' wat Taqi.
Pasca kejadian 11 september 2001 di Amerika menyebabkan banyaknya dana-dana pendidikan untuk Universitas-universitas di Arab dibekukan, termasuk dana yang biasa diterima oleh Universitas Al-Iman Yaman. Sehingga pasca kejadian tersebut pihak Universitas terpaksa mengurangi jumlah beasiswa yang diberikan kepada para mahasiswanya. Sedianya pihak Universitas memberikan pula Kitab-kitab Muqorror secara gratis, memberikan uang saku yang lancar setiap bulannya bagi mahasiswa yang bujang (saat ini hanya yang berstatus keluarga yang pasti diberi setiap bulannya) dalam jumlah yang lumayan mencukupi, bahkan memberikan tiket pesawat PP bagi para mahasiswa asing untuk dakwah di Negaranya masing-masing pada setiap tahunnya. Namun walaupun demikian saat ini pihak Universitas tetap memberikan beasiswanya pada hal-hal yang primer seperti Bebas uang kuliyah, Makan 3 kali sehari (tentunya menu orang Yaman) dan Asrama gratis (untuk asrama jika memang tidak memungkinkan lagi dapat di dalam kampus, maka terpaksa antum harus menyediakan uang sewa berkisar 3000 sampai 5000 Reyal Yaman perbulan, atau kalau Rupiahnya berkisar Rp 200.000 sampai Rp 300.000 perbulan, itu untuk harga 3 sampai 5 orang 1 kamarnya).
Lalu masalah Iqomah (Izin Tinggal di Yaman) ini adalah masalah penting yang juga antum harus persiapkan sebelum ke Yaman. Masih pasca kejadian tersebut kebijakan Pemerintah Yaman agak berubah untuk masalah izin tinggal bagi orang-orang asing yang kuliyah di Universitas Al-Iman. Pemerintah Yaman tidak berkenan memberikan iqomah bagi mahasiswa asing atas nama Universitas Al-Iman. Sehingga kebanyakan kita mahasiswa asing sekarang harus mengambil iqomah dari luar Universitas Al-Iman. Yakni dengan cara mendaftarkan diri pula pada Universitas lain di Yaman dengan cara Intisab pada Universitas tersebut (alias tidak ikut belajar tiap hari tapi hanya datang pada waktu ujian semester saja). Maka dari itu kita juga harus mempersiapkan uang berkisar 500 sampai 600 Dollar Amerika pertahunnya, untuk membayar rusum universitas tersebut dan urusan-urusan di Imigrasi Yaman.
Yang terakhir masalah kitab-kitab Muqorror, kami dari teman-teman mahasiswa disini menganjurkan agar antum terlebih dahulu paling tidak mempersiapkan pula uang untuk membeli Kitab-kitab Muqorror yakni untuk program Lc (S1) kawan-kawan disini telah menghitung berkisar sampai dengan $ 200 (Dolar Amerika). Insya Allah kuliyah antum juga bisa lebih tenang ketika antum telah memiliki kitab-kitab muqorror sejak awalnya.
